Dora The Explorer
Berkali kali kulantunkan syukur. Aku sangat
senang. Bagaimana tidak? Akhirnya aku bisa menyelesaikan saat saat menegangkan
dalam hidupku. Akhirnya aku bisa lolos dari ancaman ter-eliminasi.
Minggu lalu aku memang sudah ikhlas dengan
apapun yang terjadi. Aku lebih banyak melamun. Bagaimana bila aku
ter-eliminasi? Bagaimana bila aku harus keluar dari aksel? Oh, aku sangat
sedih. Karena harus meninggalkan teman, guru dan kelasku yang cantik…
Kehawatiranku tentu beralasan, selain karena
nilai-nilaiku yang buruk, ada beberapa guru yang kemudian mensentimen*ku. Uh…
aku merasa gagal. Aku ingat, setiap aku sholat, aku selalu memikirkan itu.
Sangat membuat khawatir…
Akhirnya, kekecewaanku berubah menjadi rasa
senang yang tinggi. Saat diumumkan, jantungku berdegup cepat, tanganku mulai
berkeringat. Aku seperti orang yang ingin dihukum mati lalu pisaunya sudah ada
di dekat leher. Aku bertanya tanya, apakah aku berhasil? Apakah aku berhasil?
Aku berusaha mengendalikan diriku. Maulyana yang duduk disampingku terus memotivasi.
“ Kau tidak akan… “ katanya sambil memegang
tanganku.
|
* : menganggap selalu
salah. ** : Sejarah
Kebudayaan islam, Pelajaran yang dipelajari sekolah islam
|
Hari seninpun datang jua, hari itu hujan aku
memakai jas hujan kesekolah. Aku pegang netbookku erat-erat dan segera meluncur
ke sekolah. Setelah upacara, kami masuk kelas. Ternyata bu naimah, guru IPA
kami yang sebenarnya saat itu mengajar tidak datang karena sakit. Itu mungkin
karena hujan.Kami hanya mengerjakan tugas di LKS*** kami.
Saat kami asyik mengerjakan tugas, Pak
mulyadi, wali kelas kami datang. Ia menasihati kami agar tidak kaget atas
keputusan yang ia sepakati.`Ia bertutur, aku selamat. Ia juga membagikan rapor
kami. Aku belum dikembalikan. Karena waktu istirahat, aku meminta ijin
menghadap ke guruku.
Setelah menghadap, aku serahkan bukti
remediku. Aku sangat senang. Ia menandatangani raporku dan menyerahkannya
kepadaku. Tak sabar menyerahkan Raporku kepada orang tuaku dirumah. Aih…
senangnya!
Pulang ke rumah, aku langsung menyerahkan
raporku pada ibuku. Ia mengangguk senang sambil menyeruput teh hangat.
|
*** : Lembar Kerja Siswa
|
Aku menggangguk dalam hati aku berjanji akan
meningkatkan prestasiku di semester ini. Aku yakin bisamengalahkan
teman-temanku.
Setelah acara “resmi” dengan ibuku. Aku
berlari ke kamar dan bernyanyi sambil manggung di tempat tidur seperti orang
kehilangan kesadaran.
“ Berhasil, berhasil, berhasil, Hore! We did
it! We did it… “
Adikku yang mendengar itu langsung berkata.
“ Ini dia Dora… bukan Dora the explorer, tapi
Dora the student of acceleration class… “ teriaknya dari luar kamar.
Aku tersenyum. Ya, aku memang pelajar.
Aaa!
0 komentar on "Cerpen remaja"
Posting Komentar