Rabu, 07 November 2012

Cerpen remaja

Diposting oleh Unknown di 17.39

Dora The Explorer
 Berkali kali kulantunkan syukur. Aku sangat senang. Bagaimana tidak? Akhirnya aku bisa menyelesaikan saat saat menegangkan dalam hidupku. Akhirnya aku bisa lolos dari ancaman ter-eliminasi.
 Minggu lalu aku memang sudah ikhlas dengan apapun yang terjadi. Aku lebih banyak melamun. Bagaimana bila aku ter-eliminasi? Bagaimana bila aku harus keluar dari aksel? Oh, aku sangat sedih. Karena harus meninggalkan teman, guru dan kelasku yang cantik…
 Kehawatiranku tentu beralasan, selain karena nilai-nilaiku yang buruk, ada beberapa guru yang kemudian mensentimen*ku. Uh… aku merasa gagal. Aku ingat, setiap aku sholat, aku selalu memikirkan itu. Sangat membuat khawatir…
 Akhirnya, kekecewaanku berubah menjadi rasa senang yang tinggi. Saat diumumkan, jantungku berdegup cepat, tanganku mulai berkeringat. Aku seperti orang yang ingin dihukum mati lalu pisaunya sudah ada di dekat leher. Aku bertanya tanya, apakah aku berhasil? Apakah aku berhasil? Aku berusaha mengendalikan diriku. Maulyana yang duduk disampingku terus memotivasi.
 “ Kau tidak akan… “ katanya sambil memegang tanganku.
* : menganggap selalu salah.               ** : Sejarah Kebudayaan islam, Pelajaran yang dipelajari sekolah islam
Aku sedikit lega karena ternyata, aku tidak ada kemungkinan tereliminasi. Untung saja guru SKI**ku baik dan mengijinkanku remedi. Aku mencium tangan wali kelasku. Wali kelasku mungkin heran karena tanganku sedang basah. Aku berusaha, hari senin esok aku akan menuntaskan remediku. Aku sangat senang.
 Hari seninpun datang jua, hari itu hujan aku memakai jas hujan kesekolah. Aku pegang netbookku erat-erat dan segera meluncur ke sekolah. Setelah upacara, kami masuk kelas. Ternyata bu naimah, guru IPA kami yang sebenarnya saat itu mengajar tidak datang karena sakit. Itu mungkin karena hujan.Kami hanya mengerjakan tugas di LKS*** kami.
 Saat kami asyik mengerjakan tugas, Pak mulyadi, wali kelas kami datang. Ia menasihati kami agar tidak kaget atas keputusan yang ia sepakati.`Ia bertutur, aku selamat. Ia juga membagikan rapor kami. Aku belum dikembalikan. Karena waktu istirahat, aku meminta ijin menghadap ke guruku.
 Setelah menghadap, aku serahkan bukti remediku. Aku sangat senang. Ia menandatangani raporku dan menyerahkannya kepadaku. Tak sabar menyerahkan Raporku kepada orang tuaku dirumah. Aih… senangnya!
 Pulang ke rumah, aku langsung menyerahkan raporku pada ibuku. Ia mengangguk senang sambil menyeruput teh hangat.
*** : Lembar Kerja Siswa
 “ Belajar lebih giat, kau selalu mendapat rangking bawah. Jangan terlalu sering main laptop… “ katanya.
 Aku menggangguk dalam hati aku berjanji akan meningkatkan prestasiku di semester ini. Aku yakin bisamengalahkan teman-temanku.
 Setelah acara “resmi” dengan ibuku. Aku berlari ke kamar dan bernyanyi sambil manggung di tempat tidur seperti orang kehilangan kesadaran.
 “ Berhasil, berhasil, berhasil, Hore! We did it! We did it… “
 Adikku yang mendengar itu langsung berkata.
 “ Ini dia Dora… bukan Dora the explorer, tapi Dora the student of acceleration class… “ teriaknya dari luar kamar.
 Aku tersenyum. Ya, aku memang pelajar.
Aaa!

0 komentar on "Cerpen remaja"

Posting Komentar

 

Welcome to my blog! Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez